PIIWati Kembalikan Citra

“Barangsiapa yang beramal sholeh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia beriman, niscaya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami balas ia dengan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan.”
(QS. An Nahl: 97)
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang bearakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Robbana, tidaklah Engkau Menciptakan semua ini sis-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.”
(QS. Ali Imron: 190-191)
Barang siapa mengurus tiga anak wanita atau tiga saudara wanita atau dua anak wanita atau dua saudara wanita, lalu ia mendidik mereka, dan menikahkan mereka maka ia masuk surga.
(HR. Abu Dawud)
Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan, atau tiga saudara wanita, atau dua anak wanita, atau dua saudara wanita, lalu ia memperlakukan mereka dengan baik dan bertaqwa kepada Allah dalam mengurus mereka, maka ia berhak mendapat surga.
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi dari Abu Sa’id Al Khudri)

Komitmen


Insyaf akan tanggungjawab sebagai Pelajar terhadap Islam, masa depan ummat Islam, bangsa dan negara. Yakin akan kebenaran Islam sebagai satu-satunya Dien serta untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera, adil dan damai dengan limpahan maghfiroh dan mardlotillah.



Sesungguhnya menjadi tanggungjawab Pelajar Islam Indonesia untuk memberikan wadah bagi para kader putrinya dalam mengaktualisasikan potensi, karya dan peranannya sebagai pelajar putri yang mempunyai peran strategis di masyarakat. Tekad untuk membentuk pelajar muslimah pemimpin yang mampu melakukan pembelaan terhadap hak-haknya untuk mempunyai peran mandiri di masyarakat dan dilandaskan demi tegaknya cita-cita PII, Izzul Islam wal Muslimin. Pelajar Muslimah pemimpin adalah pilar dasar bagi terbentuknya generasi Robbani penerus perjuangan ummat.

Sebenarnya, kepemimpinan, apa pun bentuk atau nama dan cirinya serta ditinjau dari sudut pandang mana pun, tidak terlepas atau berdasarkan pada kebajikan dan kemaslahatan dan mengantarkan kepada kemajuan suatu bangsa.
Seorang pemimpin harus dapat menentukan arah, menyusun strategi, menciptakan peluang, menghadapi tantangan, dan melahirkan terobosan-terobosan besar melalui kreativitas dan inovasinya. Semua itu menuntut kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual.


Tidak Tegas

Maju-mundurnya suatu negara akan dipengaruhi apa yang dilakukan dan diputuskan pemimpinnya. Presiden adalah representasi negara. Sebesar apa pun negaranya, berapa pun jumlah rakyatnya, dan siapa pun yang bernaung di bawahnya, presidenlah yang memutuskan ke mana nasib bangsa ini akan dibawa dan bagaimana cara membawanya.
Pemimpin bangsa harus mengarahkan seluruh rakyatnya ke arah yang lebih baik. Inilah salah satu nilai terdalam dan terluhur yang berangsur mulai hilang dari pemimpin di negeri ini.
Sementara yang kita saksikan, sifat para pemimpin di negeri ini terkesan ragu-ragu, bimbang, tidak tegas, dan tidak berani mengambil keputusan yang menyangkut persoalan bangsa. Padahal, inti dari kepemimpinan adalah pengambilan keputusan dengan tegas dan berani.
Oleh karena itu, seorang pemimpin di negeri ini harus menyerap, menyelaraskan, dan mengaktualisasikan serta merealisasikan nilai-nilai kepemimpinan pada diri Rasulullah. Para pemimpin perlu mengambil keputusan kepemimpinan berdasarkan pada nilai-nilai tersebut. Hal ini juga penting untuk membangun kepercayaan (trust) serta komitmen. Karakter ini harus dapat ditemukan dalam sosok pemimpin/presiden sehingga rakyat tidak menjadi korban dan dikorbankan.
Sebenarnya, selain menerapkan nilai-nilai kepemimpinan Nabi tersebut, banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang pemimpin untuk membangun bangsa ini dan mendapat kepercayaan masyarakat.
Rakyat membutuhkan sosok pemimpin dengan sifat kepemimpinan Nabi. Tentu saja ini tidak bisa dicapai hanya dengan wacana dan retorika, tapi perlu niat, keseriusan, dan tindakan nyata.

Comments
0 Comments

0 Komentar:

Posting Komentar

 

Demi Masa

Pengunjung

Sub Regional Board of Indonesian Moslem Student's Association KABUPATEN MAGELANG. Diberdayakan oleh Blogger.

JANGAN LUPA ISI BUKU TAMU